Self-Regulation as the Key to Optimal Work Engagement Among Student Organizations in Yogyakarta
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Self-Regulation terhadap Work Engagement pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi di Yogyakarta2. Mahasiswa anggota organisasi dihadapkan pada tuntutan ganda akademik dan non-akademik yang berpotensi menyebabkan konflik peran dan rendahnya keterlibatan. Work Engagement didefinisikan sebagai keadaan pikiran positif yang ditandai oleh vigor (energi), dedication (dedikasi), dan absorption (keterhanyutan) dalam tugas. Self-Regulation dianggap sebagai personal resource penting, yaitu kemampuan metakognitif untuk mengelola pikiran, emosi, dan tindakan demi mencapai tujuan. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan accidental sampling dengan melibatkan 321 responden mahasiswa organisasi di Yogyakarta. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Self-Regulation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Work Engagement dengan nilai signifikansi P = 0,000. Kontribusi Self-Regulation terhadap Work Engagement teridentifikasi sebesar 28,4% (R2 = 0,284$), sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Analisis deskriptif juga menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa organisasi di Yogyakarta memiliki tingkat Self-Regulation yang tinggi (92%) dan Work Engagement yang tinggi (90%). Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan regulasi diri adalah sumber daya penting untuk mempertahankan energi, dedikasi, dan keterlibatan total mahasiswa dalam menghadapi tuntutan ganda, menjadikannya strategi intervensi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas organisasi
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright and License
NC: The work may only be used for non-commercial purposes.
SA: Any adaptations must be shared under the same license.