Pendidikan Islam Pasca-Politik Identitas: Model Pembelajaran Fiqh al-Ta'ayush (Fikih Koeksistensi) untuk Konsolidasi Demokrasi Indonesia 2026-2029
Main Article Content
Abstract
Gelombang politik identitas berbasis agama dan etnisitas pasca-Reformasi telah menjadi penghambat utama konsolidasi demokrasi Indonesia, mengakibatkan polarisasi sosial, intoleransi, dan terperangkapnya demokrasi dalam prosedur elektoral semata. Penelitian ini berargumen bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki potensi strategis yang belum termaksimalkan untuk mentransformasi tantangan tersebut menjadi fondasi demokrasi yang substansial dan inklusif. Melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan analisis filosofis-normatif dan studi literatur mendalam, artikel ini mengusulkan pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis Fiqh al-Ta'ayush (Fikih Koeksistensi). Konsep ini merekonstruksi fikih konvensional menjadi kerangka pedagogis yang menekankan prinsip hidup bersama dalam perbedaan, berlandaskan maqāṣid al-sharī'ah, musyawarah, dan keadilan sosial. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan analisis isi kualitatif terhadap sumber-sumber primer pemikiran Islam kontemporer serta teori kritis Mazhab Frankfurt, penelitian ini menghasilkan model pembelajaran integratif lima fase yang dirancang untuk membentuk civic disposition peserta didik yang kritis, toleran, dan berkomitmen pada Pancasila. Analisis menunjukkan bahwa internalisasi Fiqh al-Ta'ayush dalam kurikulum PAI dapat berkontribusi signifikan pada tiga pilar konsolidasi demokrasi periode 2026–2029: penguatan legitimasi sistem demokrasi, peningkatan kualitas partisipasi publik yang inklusif, dan ketahanan sosial terhadap narasi politik identitas yang eksklusif. Penelitian ini menawarkan solusi praktis-pedagogis bagi dunia pendidikan Islam sekaligus kontribusi teoretis dalam mendialogkan tradisi fikih dengan teori demokrasi deliberatif.
Article Details
References
Abdiyah, L. (2021). Filsafat pendidikan Islam: Pendidikan multikultural. Tarbawy: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 24-31. https://doi.org/10.32923/tarbawy.v8i2.1827
Adam, Y. F. (2022). Islam dan politik identitas: Konflik pada gerakan 212 dalam perspektif sejarah Indonesia. NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam, 6(2), 88-103. https://doi.org/10.23971/njppi.v6i2.4395
Afandi, I. (2017). Mu'min, kafir dan munafiq: Politik identitas kewargaan di awal Islam (Kajian tentang QS. Al-Baqoroh: 1-20). Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, 9(1), 62-78. https://doi.org/10.30739/darussalam.v9i1.117
Agustian, T. (2020). Demokrasi Islam dalam pandangan Muhammad Natsir dan Muhammad Abid Al-Jabiri. *EL-Ghiroh, 18*(1), 7-24.
Akli, B., & Noviani, D. (2023). Paradigma filosofis toleransi dalam moderasi beragama. Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2), 111-128. https://doi.org/10.53649/symfonia.v3i2.82
Budiyono. (2020). Model pendidikan moderasi beragama berbasis kearifan lokal di IAIN Pontianak. Jurnal Pendidikan: Riset dan Konseptual, 4(3), 405-418. https://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v4i3.238
Halim, M. (2022). Pemikiran Nurcholish Madjid tentang pluralitas beragama (Suatu tinjauan pendidikan Islam). Journal of Islamic Education: The Teacher of Civilization, 3(2). https://doi.org/10.30984/jpai.v3i2.2078
Ibrahim, R. (2008). Pendidikan multikultural: Upaya meminimalisir konflik dalam era pluralitas agama. *el-Tarbawi, 1*(1), 115-127. https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol1.iss1.art9
Islamy, A. (2022). Pendidikan Islam multikultural dalam indikator moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Analisa Pemikiran Insaan Cendikia. https://pdfs.semanticscholar.org/55bc/46ec7045d9443d1bfa6bf3fba6e78c6c0192.pdf
Khumaini, F., Burhanuddin, H., & Wiranata, R. R. S. (2023). Pendidikan moderasi beragama: Integrasi epistemologi keislaman dalam menyikapi pluralitas agama di Indonesia. SALIHA: Jurnal Pendidikan & Agama Islam, 6(2), 318-335. https://doi.org/10.54396/saliha.v6i2.878
Muhammad, N. A. (2021). Populisme dan dinamika otoritas keagamaan dalam Islam di media sosial. Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam, 4(2), 113-128.
Mutakallim. (2018). Pendidikan pluralisme melalui kurikulum pendidikan agama Islam berbasis kemajemukan. Inspiratif Pendidikan, 7(2), 307-325. https://doi.org/10.24252/ip.v7i2.7914
Nasution, B. (2026). Literasi dan transformasi pendidikan Islam dalam penguatan identitas keislaman di tengah modernitasi. Education Achievement: Journal of Science and Research, 6(3), 1100-1111. https://doi.org/10.51178/jsr.v6i3.3122
Naufan, M. R., & Hannase, M. (2021). Mendudukkan ulang populisme Islam: Karakter politik identitas dan perkembangannya di Indonesia. Jurnal Syntax Admiration, 2(6), 1120-1133. https://doi.org/10.46799/jsa.v2i6.256