Pentingnya Pengembangan Pribadi Konselor dalam Membangun Keterampilan Interpersonal dan Kecerdasan Emosional

Main Article Content

Karina Karina
Asbi Asbi
Wulan Eka Safitri
Atiqa Aulia

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pentingnya pengembangan pribadi konselor dalam membangun keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional. Melalui studi literatur yang mendalam, penelitian ini mengidentifikasi beberapa tema utama yang terkait dengan topik tersebut. Pertama, hubungan terapeutik antara konselor dan klien merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan proses konseling. Kedua, keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional konselor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hubungan terapeutik. Ketiga, pengembangan pribadi konselor merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen jangka panjang. Terakhir, organisasi dan asosiasi profesional memainkan peran penting dalam mendukung dan memfasilitasi pengembangan pribadi konselor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan terapeutik merupakan prediktor terkuat dari hasil konseling yang positif. Konselor dengan keterampilan interpersonal yang baik dan kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih efektif dalam membangun hubungan terapeutik yang positif dengan klien. Mereka mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi klien, serta memberikan dukungan emosional yang tepat. Pengembangan pribadi konselor dalam aspek ini harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, supervisi, refleksi diri, dan praktik konseling yang intensif. Peran organisasi dan asosiasi profesional sangat penting dalam mendukung pengembangan pribadi konselor. Mereka menyediakan berbagai sumber daya dan peluang seperti konferensi, lokakarya, pelatihan, dan program sertifikasi untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional konselor. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan pribadi konselor dalam membangun keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional merupakan aspek yang sangat penting untuk memberikan layanan konseling yang berkualitas tinggi dan efektif.

Article Details

How to Cite
Karina, K., Asbi, A., Safitri, W. E., & Aulia, A. (2024). Pentingnya Pengembangan Pribadi Konselor dalam Membangun Keterampilan Interpersonal dan Kecerdasan Emosional. Sublim: Jurnal Pendidikan, 3(1), 46-56. Retrieved from https://jurnal.unimen.cloud/Sublim/article/view/7995
Section
Articles

References

American Counseling Association. (2023). Kode Etik Konselor. Alexandria, VA: Penulis.
Baumeister, R. F., & Leary, M. R. (1997). Menulis Kajian Literatur yang Efektif. Dalam M. R. Leary (Ed.), Buku Pegangan Metode Penelitian Sosial (pp. 311-322). Prenada Media.
Corey, G. (2019). Teori dan Praktik Konseling & Psikoterapi (Edisi ke-10).
Prenada Media.


Duan, C., & Ho, S. M. Y. (2021). Peran Pelatihan Mindfulness dalam Pengembangan Kecerdasan Emosional Konselor. Jurnal Konseling dan Pengembangan, 99(5), 523-535.
Gelso, C. J. (2014). Hubungan Terapeutik dalam Konseling dan Psikoterapi: Sebuah Tinjauan Kritis. Jurnal Konseling dan Pengembangan, 92(2), 116- 124.
Goleman, D. (1995). Kecerdasan Emosional. Gramedia Pustaka Utama. Greenberg, L. S. (2015). Emosi-Focused Therapy: Coaching Klien untuk Bekerja
Melalui Emosi Mereka. American Psychological Association.
Horvath, A. O., Del Re, A. C., Flückiger, C., & Symonds, D. (2011). Aliansi dalam Hubungan Terapeutik: Meta-Analisis. Psychotherapy, 48(1), 9-16.
Lebow, J. (2020). Keterampilan Interpersonal dalam Konseling: Panduan Praktis untuk Membangun Hubungan yang Efektif. Guilford Press.
Neukrug, E. (2022). Teori, Kasus, dan Praktik Konseling dan Psikoterapi.
Cengage Learning.
Norcross, J. C., & Lambert, M. J. (2019). Psychotherapy Relationships That Work: Volume 1: Evidence-Based Therapist Responsiveness (3rd ed.). Oxford University Press.
Pattison, S. (2023). Pengaruh Keterampilan Interpersonal dan Kecerdasan Emosional Konselor terhadap Hubungan Terapeutik dan Hasil Konseling. Jurnal Konseling dan Pengembangan, 101(4), 345-358.
Snyder, H. (2019). Literatur Review sebagai Metode Penelitian Kualitatif. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 16(2), 211-230.
Torraco, R. J. (2016). Menulis Kajian Literatur Berkualitas Tinggi: Sebuah Pengantar. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 55(2), 401-419.
Wampold, B. E., & Imel, Z. E. (2015). Bukti Kuat untuk Faktor Umum di Psikoterapi: Mengembangkan Praktik Berbasis Bukti. Journal of Clinical Psychology, 71(2), 113-131.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.