Layanan Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Kepada Siswa SMP
Main Article Content
Abstract
Layanan konseling kelompok telah terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa SMP. Rasa percaya diri merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi dan akademik siswa, dan dapat mempengaruhi keberhasilan mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Melalui konseling kelompok, siswa dapat memperoleh dukungan sosial dan pembelajaran bersama dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Dalam kelompok konseling, siswa dapat berbagi pengalaman, perasaan, dan tantangan yang mereka hadapi. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan cerita orang lain yang mungkin menghadapi masalah serupa. Hal ini membantu siswa menyadari bahwa mereka tidak sendirian dan memberi mereka rasa keterhubungan dengan orang lain. Dalam lingkungan yang terbuka dan mendukung ini, siswa merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan diri mereka tanpa takut dihakimi atau diejek. Selain itu, dalam konseling kelompok, siswa juga dapat belajar dari pengalaman orang lain. Mereka dapat melihat bagaimana orang lain mengatasi tantangan dan mengembangkan rasa percaya diri mereka. Ini memberi mereka inspirasi dan motivasi untuk mencoba strategi yang berbeda dalam menghadapi masalah mereka sendiri. Mereka juga dapat belajar keterampilan sosial, seperti komunikasi efektif dan pemecahan masalah, melalui interaksi dengan anggota kelompok lainnya. Layanan konseling kelompok juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun hubungan yang sehat dan mendukung dengan orang lain. Mereka dapat membentuk persahabatan dan memperluas jaringan sosial mereka. Interaksi positif ini dapat meningkatkan harga diri siswa dan memberi mereka keyakinan dalam hubungan interpersonal mereka di sekolah dan di luar sekolah. Dalam kesimpulannya, layanan konseling kelompok dapat menjadi alat efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa SMP. Melalui dukungan sosial, pembelajaran bersama, dan pembangunan hubungan yang sehat, siswa dapat merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan dalam kehidupan mereka. Penting bagi sekolah dan para profesional konseling untuk mengakui manfaat layanan ini dan memastikan ketersediaannya bagi siswa untuk mendukung perkembangan mereka secara holistik.
Article Details
References
2. Andayani, B., & Afiatin, T. (1996). Konsep Diri, Harga Diri, dan Kepercayaan Diri Remaja. Jurnal Psikologi, 23(1996).
3. Anita Lie. 2004. 101 Cara Menumbuhkan Percaya Diri Anak (Usia Balita Sampai Remaja). Jakarta: Elex Media Komputindo
4. Das Salirawati. 2012. Percaya Diri, Keingintahuan, dan Berjiwa Wirausaha: Tiga Karakter Penting Bagi Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Karakter, (Nomor II tahun 2). Hlm 218-219.
5. Ifdil, I., Denich, A. U., & Ilyas, A. (2017). Hubungan Body Image dengan Kepercayaan Diri Remaja Putri. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 2(3), 107-113.
6. Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Kencana. Jalaluddin Rakhmat. 2000. Psikologi Komunikasi. reved. Bandung : Remaja Rosdakarya.
7. John M. Ortiz. 2002. Menumbuhkan anak-anak yang bahagia cerdas dan percaya diri degan musik. Jakarta: Gramedia.
8. Lidenfield, G. 1997. Mendidik anak agar percaya diri. Terjemahan oleh Ediati Kamil.1997.jepara:silas press.
9. Patmonodewo, S. (2000). Pendidikan anak prasekolah. Rineka Cipta bekerjasama dengan Departemen Pendidikan & Kebudayaan.
10. Peter Lauster. 1997. Test Kepribadian ( terjemahan Cecilia, G. Sumekto ). Yokyakarta. Kanisius
11. Peter Lauster. 2005. Tes Kepribadian. (Alih bahasa: D.H. Gulo). Jakarta: Bumi Aksara.
12. Thursan Hakim. 2005. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara.