Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Main Article Content
Abstract
Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan HOTS adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang membuat peserta didik aktif. HOTS bisa dilatihkan kepada siswa melalui beberapa model pembelajaran diantaranya model pembelajaranProblem Based Learning(PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai Pengaruh ModelPBL Terhadap HOTS Peserta didik Subtema Benda dalam Kegiatan onomi Kelas V SD Negeri 48 Garutu Kabupaten Enrekang. Lokasi penelitian dilakukan di SDN 48 Garutu Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Peneliti menggunakan metode penelitian Pre-Experimental Designs. Pada penelitian ini, diberikan pre-test sebelum diberiperlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat,karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Kelas V SD Negeri 48 Garutu Kabupaten Enrekang yang berjumlah 17 siswa. Laki-laki 7 orang dan perempuan 10 orang. Berdasarkan pertimbangan peneliti Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V yang terdiri dari 17 siswa. Instrumen penelitian yang ingin digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data statistic deskriptif dan analisis data statistic inferensial. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) mampu meningkatkan kemampuan high order thinking skills (HOTS) atau kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Total skor HOTS peserta didik pada sebelum diberikan perlakuan penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) sebesar 984,375 dengan rata-rata 57,90 kemudian total skor HOTS peserta didik meningkat menjadi 1465,625 dengan rata-rata 86,21 pada saat diberikan perlakuan penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL). Gain skor antara pre test dan post test sebesar 481,25 dengan rata-rata gain skor sebesar 28,30. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 (α) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Penggunaan model PBL Terhadap HOTS Peserta didik.
Article Details
References
Anderson, L.W, & Krathwohl, D.R. (2010). Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Andi Prastowo. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Jogjakarta: Diva Press.
Arends, R.I. dan Kilcher, A. (2010). Teaching for Student Learning: Becoming an Accomplished Teacher. Rotledge Taylor and Francis Group. New York and London.
Arikunto, Suharsimi. (2012). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Bagaimana Pendidik memberdayakan Pembelajaran di Era Pengetahuan.Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Basuki, I. & Hariyanto. (2016). Asesmen Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
Brookhart, S.M. (2010). How to Asses Higher-Order thinking Skills In Your Classroom. ASCD Member Book. United States of America.Cipta.
Darmadi. (2017). Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dalam Dinamika Belajar Peserta didik. Yogyakarta: Deepublish.
Depdiknas. (2014). Permendikbud No. 59 Tahun 2014 tentang kurikulum 2013
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah DepartemenPendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Dokumen Kurikulum (2013). Kemendikbud, Desember 2012.
E. Mulyasa. (2013).Pengembangan dan Implementasi Kurikulum, Bandung:Rosdakarya.
Fanany, E. (2013). Guru Sejati Guru Idola. Yogyakarta: Araska Publisher.
Hamdayama, Jumanta. (2016). Metodologi Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Heong, Y. M., Othman W.D. Md Yunos, J., Kiong, T.T., Hassan, R., Mohamad, M.M. (2011). The level of marzano higher order thinking skillsamong technical education students. International Journal of Social andhumanity. 1(2)Jakarta.
Jufri, A. Wahab. (2013). Belajar dan Pembelajaran Sains. Bandung: Pustaka Reka.
Kemendikbud. (2013). Panduan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.
Kemendikbud. (2014). Permendikbud Nomor 104 tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Kemendikbud. (2017). Modul Penyusunan Higher Order Thinking Skill (HOTS).
Kurniasih, Imas & Berlin Sani. (2015). Ragam Pengembangan Model Pembelajaran Untuk Peningkatan Profesionalitas Guru. Surabaya: Kata Pena.
Majid. Abdul. (2014). Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosakarya.
Ngalimun. (2013). Strategi dan Model Pembelajaran.Yogyakarta.Aswaja pressindo.
OECD.( 2015). PISA 2015 results in focus: What 15 year olds know and what.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan nomor 81 tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Remaja Rosdakarya, 2013.
Riyanto, Y. (2010). Paradigma Baru Pembelajaran. jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Rofiah, E., Siti, A.N., Ekawati, E.Y. (2013). Penyusunan Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP. Jurnal IlmuPendidikan, Vol 1 (2) : 17-20 hlm.[ Online]. Diakses dari http:// jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pfisika/article/view/2797 pada 10 Januari 2018.
Rusman. (2014). Model-Model Pembelajaran, Mengembangkan Profesional Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Rusman. (2012). Model-Model Pembelajaran. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Rusmono. (2012). Strategi Pembelajaran Problem Based Learning Itu Perlu:
Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Depdiknas.
Sugihartono, et.al. (2012). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Susanto, Ahmad. (2014). Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah. Jakarta: Prenada Media Group.
Suyono & Hariyanto. (2014). Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Konsep. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.they can do with what they know. German: OECD Publishing.
Trianto. (2010).Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik, Jakarta: PT Prestasi Pustaka.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3.Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru. Bogor.Ghalia Indonesia.
Yamin, Martinis. (2013). Strategi dan Metode dalam Model Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press Group.
Yamin, Moh. (2015). Teori dan Metode Pembelajaran, “Konsepsi, Strategi, dan Praktik Belajar Membangun Karakter”. Malang: Madani Wisma Kalimerto.