Penerapan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Interaksi Sosial melalui Sosiometri di SMPN 2 Enrekang
Abstract
Interaksi sosial merupakan suatu hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial dapat berupa hubungan individu satu dengan yang lainnya, antara satu kelompok dengan kelompok lain atau antara kelompok dengan individu. Sosiometri merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk membantu guru BK mengumpulkan data mengenai hubungan sosial dan tingkah laku sosial individu. Dari data sosiometri dapat diketahui tingkat pergaulan individu dalam kelompok serta penerimaan dan penolakan individu dalam kelompoknya. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan interaksi sosial siswa melalui konseling kelompok dengan bantuan instrument sosiometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskripsif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa sosiometri, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasilnya adalah pelaksanaan konseling kelompok dengan Teknik sosiometri mampu meningkatkan ketrampilan sosial siswa, yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam diskusi, kemampuan bekerja sama, keberanian mengemukakan pendapat serta adanya perubahan positif dalam pola relasi antar teman sebaya. Dengan demikian Teknik sosiometri dalam konseling kelompok dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling yang efektif dalam membantu siswa mengembangkan ketrampilan sosial dilingkungaan sekolah.
References
Caldarella, P., & Merrell, K. W. (1997). Common dimensions of social skills of children and adolescents: A taxonomy of positive behaviors. School Psychology Review, 26(2), 264–278.
Corey, G. (2016). Theory and Practice of Group Counseling (9th ed.). Cengage Learning.
Goleman, D. (2000). Emotional Intelligence. Bantam Books.
Gibson, R. L., & Mitchell, M. H. (2011). Introduction to Counseling and Guidance (7th ed.). Pearson.
Hurlock, E. B. (2003). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (edisi kelima). Erlangga.
Hidayat, R. (2021). Konseling kelompok untuk menurunkan perilaku menyendiri siswa SMP. Jurnal Konseling Indonesia, 10(2), 101–112.
Kristiani, K (2003). Penerapan Konseling Kelompok untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa. Jurnal ilmu bimbingan dan konseling (bikoling), 1(1), 208 http://doi.org/10.70134/bikoling.v1i1.208
Moreno, J. L. (1953). Who Shall Survive? Foundations of Sociometry, Group Psychotherapy, and Sociodrama. Beacon House.
Rahmawati, L. (2022). Penerapan konseling kelompok dengan teknik sosiometri untuk meningkatkan interaksi sosial siswa. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 14(1), 77–88.
Santrock, J. W. (2011). Adolescence (14th ed.). McGraw-Hill.
Sari, N. (2019). Efektivitas konseling kelompok dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa SMP. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 55–63.
Tohirin. (2013). Bimbingan dan Konseling disekolah dan madrasah (berbasis integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Putri, A., & Handayani, D. (2020). Penggunaan sosiometri untuk mengidentifikasi posisi sosial siswa dalam kelompok sebaya. Psikoedukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 12(1), 23–32.
Prayitno (2017) Konseling Profesional yang berhasil: Layanan dan kegiatan pendukung. Jakarta: Raja Grafindo Persada


