Kesehatan Mental dan Partisipasi Kerja di Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesehatan mental terhadap partisipasi kerja di Indonesia. Data yang digunakan adalah data hasil Riskesdas tahun 2018 untuk memperoleh informasi mengenai partisipasi kerja, gangguan kesehatan mental emosional, dan variabel kontrol lainnya. Gangguan kesehatan mental emosional diukur berdasarkan SRQ-20 yang terdiri dari 20 butir pertanyaan. Jumlah sampel sebanyak 241.300 yang tersebar pada 26 provinsi di Indonesia. Penelitian ini diestimasi menggunakan metode analisis regresi Instrumental Variable Probit (IV-Probit). IV yang digunakan adalah gangguan kesehatan mental keluarga. Hasil estimasi menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental emosional berpengaruh negatif signifikan terhadap probabilitas bekerja seseorang. Individu yang mengalami gangguan kesehatan mental emosional memiliki probabilitas bekerja lebih kecil sebesar 2 poin persentase dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan kesehatan mental emosional. Faktor lain yang berpengaruh signifikan terhadap probabilitas bekerja adalah umur, umur kuadrat, status perkawinan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, klasifikasi daerah tempat tinggal, jumlah anggota rumah tangga, keberadaan balita dalam rumah tangga, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, aktifitas fisik, dan kondisi kesehatan self reported.







