Pentingnya Menyadari Bahaya Bullying di Mts Al-Atiqiyah
Main Article Content
Abstract
Generasi milenial Indonesia, yang lahir antara tahun 1981 dan 1996, menghadapi tantangan unik dalam konteks agama Islam. Meskipun generasi ini terampil dalam teknologi, terbuka pada informasi baru, dan inovatif, mereka dihadapkan pada ledakan informasi tidak terverifikasi di media sosial. Informasi ini seringkali memperkuat pandangan radikal dan intoleran, bertentangan dengan esensi toleransi dan kerukunan dalam ajaran Islam. Paham ekstrem ini mengancam persatuan dan keharmonisan masyarakat Indonesia yang plural secara agama dan budaya. Generasi milenial harus mengelola informasi secara hati-hati, di mana kebenaran dan ketidakbenaran sering tercampur, dan pandangan provokatif menjadi populer. Dalam konteks agama Islam, tantangan ini semakin kompleks karena risiko penyebaran pemikiran radikal yang bertentangan dengan nilai-nilai toleransi. Memahami konteks sosial dan sejarah Indonesia yang plural menjadi penting untuk mencegah interpretasi agama yang dipolitisasi dan menciptakan pemisahan di masyarakat.