Ahmadiyah dan Pengaruhnya di Dunia Barat Modern
Main Article Content
Abstract
Kemunculan aliran-aliran baru pasca meninggalnya nabi Muhammad saw. merupakan wujud dari perkembangan arus pemikiran manusia dari masa ke masa. Munculnya aliran kepercayaan seringkali diawali dari sebuah gerakan-gerakan yang ingin berusaha melakukan rekonstruksi terhadap ajaran yang dinilai konvensional dan normatif dalam sebuah agama atau kepercayaan, Ahmadiyah merupakan satu dari banyak gerakan pembaharuan pemikiran Islam yang lahir pasca wafatnya nabi Muhammad saw. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan mendeskripsikan dan mengkonstruksi data yang diperoleh dari berbagai sumber bacaan baik berupa jurnal maupun buku-buku yang berkaitan dengan perkembangan Ahmadiyah dan pengaruhnya di dunia barat modern. Ahmadiyah merupakan salah satu gerakan pemikiran yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad pada 1898 di Punjab, India. Ahmadiyah meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad telah menerima wahyu sebagai al-masih dan al-mahdi bahkan sebagai nabi bagi kaum muslimin. Hal tersebut tentunya mendapatkan reaksi yang keras dikalangan muslim sebab pengakuan tersebut berbanding jauh dengan pemahaman yang telah dipahami oleh mayoritas muslim sejak dulu. Namun, terlepas dari paham-paham jama’ah Ahmadiyah yang berbanding terbalik dengan mayoritas muslim, Jama’ah Ahmadiyah telah banyak memberikan andil dalam upaya mengenalkan Islam sebagai agama yang jauh dari anggapan ekstrim yang selama ini dipahami oleh masyarakat barat, bahkan tidak sedikit masyarakat di dunia barat yang berbondong-bondong masuk Islam dengan paham Ahmadiyah.